6 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Proses Sablon DTF

6 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Proses Sablon DTF

Rhinotec.co.id – Rhinovers! Kepopuleran sablon DTF saat ini membuat para pengusaha custom semakin berlomba untuk menghadirkan produk custom yang inovatif. Jenis sablon DTF ini cukup digemari para pengusaha karena prosesnya yang mudah dan terjangkau. Banyak pelanggan juga menyukai hasil sablon DTF yang colorful dan tahan lama.

6 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Proses Sablon DTF

Nah, bagi kamu yang Yang baru saja terjun ke dalam bisnis custom sablon DTF ini, Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan proses produksi ya, agar tidak mengalami kendala. Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering kali terjadi saat proses produksi. Simak ulasannya selengkapnya ya!

1. Powder Yang Berlebihan

Over Powder saat proses sablon dtf
Over Powder saat proses sablon dtf

Pertama adalah over-powder, apa sih over-powder itu? Jadi over-powder adalah penggunaan bubuk lem yang berlebihan. Ketika proses print pada pet film baru selesai dan masih basah, usahakan jangan langsung menabur powder, tunggu sekitar 10 sampai 20 detik. Hal ini guna menghindari bubuk menempel secara berlebihan dan membuat media yang digunakan terasa jadi lebih tebal serta tidak flexible.

2. Powder tidak merata

Kesalahan kedua, powder yang tidak merata bisa menyebabkan hasil akhir berbintik atau bercak. Untuk menghindari hal ini disarankan untuk membersihkan sisa powder yang menempel pada pet film dtf dengan cara menyentil pet sebelum di press.

3. Settingan Tinta Putih Yang Salah

Selanjutnya, kesalahan yang sering terjadi lainnya adalah penyetelan Saturasi tinta putih pada software mesin DTF. Settingan tinta putih yang kurang tepat dapat menyebabkan hasil warna terlihat pudar atau tidak cerah. Untuk hasil warna yang lebih maksimal kamu bisa setting warna putih di angka 80% pada software mesinmu.

4. Pet Film Berminyak

Pet film berminyak saat proses sablon dtf
Hasil berminyak saat proses sablon dtf

Mungkin beberapa dari kamu pernah mengalami hasil sablon DTF yang berminyak. Nah, Hal ini biasanya disebabkan karena pemilihan pet film dengan kualitas yang kurang baik. Pilihlah pet film dengan kualitas terbaik dari rangkaian produk Rhino Sub yang sudah terbukti kehebatannya.

5. Suhu Yang Tidak Merata Saat Proses Curing

Kesalahan selanjutnya yang sering terjadi adalah suhu yang kurang merata saat proses curing atau oven, sehingga menimbulkan bercak air di atas hasil sablon. Untuk menghindari harimu pastikan terlebih dahulu suhu sebelum memulai proses curing. Biasanya suhu Yang dianjurkan sekitar 120 ° sampai 140 °, namun Hal ini juga bisa tergantung pada kondisi area produksi ya.

6. Pemilihan Powder Yang Kurang Tepat

Terakhir, kamu harus kenali jenis Powder DTF yang tepat untuk media yang akan di sablon, karena jenis Powder yang tidak tepat bisa menyebabkan hasil sablon mengelupas. Terdapat dua jenis powder untuk sablon DTF, yaitu soft dan hard. Powder soft biasanya digunakan untuk media yang memiliki pori-pori kecil seperti kaos. Sedangkan powder hari biasanya digunakan untuk media berpori besar seperti polo atau jersey. Jadi Pilihlah jenis Powder yang tepat untuk media yang akan kalian gunakan.

Baca Juga : Apakah Polyflex Remover Bisa Menghilangkan Sablon DTF?

Penutup

Sekarang rhinovers sudah tahu kan kesalahan yang perlu dihindari ketika melakukan proses sablon DTF? Perhatikan pemilihan material yang akan kamu gunakan dalam melakukan produksi, karena hal ini akan mempengaruhi hasil yang akan diberikan kepada pelangganmu. Rangkaian produk yang ditawarkan oleh RhinoSub sudah terbukti custom-mu karena memiliki kualitas

Tips memilih pet film dtf yang bagus

Konsultasi Usaha Cetak Sablon Bersama Rhinotec Indonesia

Ingin punya usaha sendiri atau ingin memulai usaha sablon tapi masih bingung?  Rhinotec bisa membantu Kamu untuk mewujudkannya.

YUK KONSULTASI ( GRATIS ) YUK KONSULTASI ( GRATIS )

PAKET USAHA SABLON DIGITAL

Situs website kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman penelusuran Anda. Pelajari lebih lanjut